Kamis, 26 Mei 2022

Sosialisasi Jingle WBK WBBM Yanma Polri


Pembangunan Zona Intergritas mendasarkan pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 Tahun 2019 sebagai perubahan dari Permenpan RB Nomor 52 tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM).

 

Pelaksanaan Reformasi Birokrasi sejak tahun 2009 terus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025, saat ini pelaksanaan Reformasi Birokrasi telah memasuki periode kedua dan akan menuju periode ketiga atau periode terakhir masa berlaku Road Map. Pada periode pertama hingga periode kedua telah tercapai banyak kondisi yang mendukung sasaran Reformasi Birokrasi, yaitu birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berkinerja tinggi; birokrasi yang efektif dan efisien; dan birokrasi yang mempunyai pelayanan publik yang berkualitas. Birokrasi sebagai pelaksana tugas pemerintah terus melakukan perubahan dalam mencapai sasaran Reformasi Birokrasi dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memudahkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Agar masyarakat merasakan hasil percepatan Reformasi Birokrasi yang telah dilakukan pemerintah, terutama pada unit kerja, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN RB) telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

 

Pembangunan Zona Integritas dianggap sebagai role model Reformasi Birokrasi dalam penegakan integritas dan pelayanan berkualitas. Dengan demikian pembangunan Zona Integritas menjadi aspek penting dalam hal pencegahan korupsi di pemerintahan.


Yanma Polri sebagai suatu Satuan Kerja di tingkat Mabes Polri yang memiliki tugas pokok dan fungsi pelayanan pada Markas Besar Polri tengah giat membangun Zona Integritas guna mendapatkan predikat WBK dan WBBM. Berbagai cara dilakukan antara lain dengan meningkatkan kualitas pelayanan yang bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme dan juga melakukan sosialisasi melalui pembuatan lagu Jingle WBK WBBM Yanma Polri yang dapat lebih mudah ditangkap, dicerna dan diingat oleh personel Yanma Polri guna memperkuat semangat dan motivasi untuk menciptakan Zona Integritas bersih menuju WBK dan WBBM.


Lagu Jingle WBK WBBM Yanma Polri yang diciptakan oleh Penata Tk. I Agus Kurnia Wibowo, S.Sn dan diaransemen dengan apik oleh Pengatur Tk. I G. Fredy Sistianto disosialisasikan kepada seluruh personel Yanma Polri pada pelaksanaan apel Pagi. Dengan demikian diharapkan seluruh personel Yanma Polri tidak saja hanya dapat mengahapal melodi lagu yang penuh semangat, namun juga mampu meresapi makna dari lirik lagu, dan mempraktekkannya dalam lingkungan kerja sehari-hari sehingga mempercepat terciptanya Zona Integritas di lingkungan Yanma Polri.







Senin, 23 Mei 2022

PRESTASI SUBBAGSIK YANMA POLRI

PRESTASI SUBBAGSIK YANMA POLRI

 

 

1.     Aseanapol ke 25 th.2005 di Denpasar




2.    Aseanapol ke 26 th.2006 di Kuala Lumpur




3.    Tahun 2006 Konfrensi ICPO Wilayah Asia Pasific dihadiri oleh 50 Negara di Hotel             Sultan Jakarta.



4.  Aseanapol ke 27 th.2007 di Singapura



5.  Aseanapol ke 28 th.2008 di Brunei Darusalam




6.  Memenuhi undangan Sri Paduka Sultan Haji Hassanal bolkiah dalam rangka hari keputraan bulan Mei tahun 2008.




7.  Th 2011 konfrensi AMMTC di Bali




8.  Juara 1 Kejuaraan terbuka Tingkat Nasional Konser Musik Harmoni Piala Panglima TNI Tahun 2014.




9.  Konferensi Aseanapol ke 35 di Jakarta




10.  85 Session Of The Interpol general Asembly yang diselenggarakan di Nusa Dua – Bali tahun 2016.




UNIT MUSIK UMUM

                        

Unit Musik Umum adalah suatu susunan satuan pelaksana di bidang musik Polri yang menyelenggarakan dukungan kegiatan musik hiburan. dalam pelaksanaannya digunakan pada :

1.    Jamuan Makan tamu Kenegaraan.

2.    Rapat Pimpinan Polri (Rapim Polri)

3.    Hari ulang tahun Korp/ Satuan Fungsi.

4.    Serah terima Jabatan dan Pisah Sambut Pimpinan

5.  Melayani Musik hiburan dalam rangka pendekatan pada masyarakat untuk memberikan citra Polri yang humanis.


Di dalam pelaksanaan tugas Unit Musik Umum dibagi menjadi beberapa jenis formasi, yaitu :

 

1.    Orchestra

Yang dikenal dengan nama Bhayangkara Wind Orchestra adalah sebuah kelompok musik orchestra yang terdiri dari instrumen tiup kayu, tiup logam, perkusi dan combo band yang mampu memainkam lagu-lagu standart orchestra dari klasik, pop, jazz dan dapat dipadu dengan alat musik tradisional beranggotakan 30 s.d. 50 pemain.




2.   Brass Band

Merupakan sebuah kelompok band yang terdiri dari combo band ditambah beberapa alat tiup beranggotakan 10 s.d. 15 pemain.



3.    Keroncong dan Akustik Band

Merupakan sebuah kelompok band yang memainkan alat-alat musik konvensional keroncong dan akustik band beranggotakan 8 s.d. 10 pemain.









UNIT MUSIK POLRI



   Unit Musik Polri adalah suatu susunan satuan pelaksana di bidang musik Polri yang menyelenggarakan dukungan kegiatan untuk membangkitkan dan memelihara semangat, kebersamaan, kedisiplinan, kebanggaan terhadap kesatuan dan jiwa patriotisme dengan menggunakan alat-alat musik. Di dalam pelaksanaan tugas Unit Musik Polri dibagi menjadi dua jenis formasi, yaitu :

1.    Musik Harmoni

Musik Harmoni adalah musik yang dimainkan menggunakan beberapa alat musik melodis secara bersama-sama dengan nada yang berbeda- beda dan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk akord serta melodi yang selaras dan harmonis. Unit Musik Harmoni digunakan untuk mendukung kegiatan upacara:

a.             hari kebangsaan;

b.            hari kesadaran nasional;

c.             hari besar nasional;

d.            hari Bhayangkara;

e.             serah    terima    jabatan    Kapolri/ Gubernur     Akpol/Kakorbrimob Polri/Kapolda;

f.              hari ulang tahun korps/ satuan fungsi;

g.             gelar pasukan dalam rangka operasi Kepolisian;

h.            pemakaman    jenazah   anggota   Polri/Purnawirawan    berpangkat Perwira Tinggi (Pati);

i.              pembukaan dan penutupan pendidikan dan pelatihan;

j.              wisuda Purnawira/ Purnabakti;

k.            ziarah; dan

l.              penyambutan tamu kepala kepolisian/duta besar negara sahabat



Beberapa Type jenis Musik Harmoni :

 

-      Type A adalah Satuan Musik yang dimiliki oleh Mabes Polri type A dengan jumlah pemain minimal 127 (seratus dua puluh tujuh), dengan Komandan berpangkat AKBP;

-      Type B adalah Satuan Musik yang dimiliki oleh Polda-polda type A, jumlah pemain minimal 83 (delapan puluh tiga) dengan Komandan berpangkat Mayor / Kompol; dan

-      Type C adalah Satuan Musik yang dimiliki oleh Polda-polda type B, jumlah pemain minimal 55 (lima puluh lima) dengan Komandan berpangkat AKP.


2.    Musik Genderang sangkakala

Musik Genderang Sangkakala adalah musik yang dimainkan  menggunakan alat musik ritmis genderang dan sangkakala/Trompet yang berfungsi untuk memainkan lagu isyarat dengan satu suara. Unit Musik Genderang Sangkakala digunakan untuk mendukung kegiatan upacara :

a.            jajar kehormatan;

b.            pelepasan dan penyambutan jenazah anggota Polri; dan

c.             pemahaman         jenazah     anggota      Polri/Purnawirawan                               berpangkat  Perwira menengah (Pamen) ke bawah.







Minggu, 15 Mei 2022

SIAP LAGPOL


SIAP LAGPOL
SISTIM APLIKASI PENYEDIAAN LAGU-LAGU DI INSTANSI POLRI

I.          PENDAHULUAN

A.     TUJUAN

Buku panduan penggunaan aplikasi “Siap Lagpol” ini dibuat sebagai panduan yang menggambarkan dan menjelaskan penggunaan aplikasi “Siap Lagpolbagi pengguna (user).

 

B.     GAMBARAN UMUM

Sistim Aplikasi Penyediaan Lagu-lagu di Instansi Polri “Siap Lagpol” adalah aplikasi yang dibuat untuk menyajikan data  lagu-lagu Polri secara keseluruhan, baik lagu-lagu dalam tata upacara Militer, upacara Pemakaman militer, Pedang Pora, Jajar Kehormatan, tanda-tanda Isyarat, serta lagu-lagu tentang Kepolisian.

 

C.    SISTEMATIKA

Buku panduan penggunaan aplikasi SIAP LAGPOL berisikan informasi sebagai berikut:

I.      PENDAHULUAN

Berisikan informasi umum yang merupakan bagian dari pendahuluan, yang meliputi tujuan pembuatan buku panduan, gambaran umum  aplikasi Siap Lagpol, dan sistematika.

II      PENGGUNA DAN CARA LOGIN

Berisikan informasi pengguna aplikasi Siap Lagpol dan cara membuka situs aplikasi Siap Lagpol.

III     MENU DAN CARA PENGGUNAAN BAGI USER

Berisikan panduan penggunaan aplikasi Siap Lagpol yang diperuntukkan bagi User yang ingin mengetahui tentang Lagu-lagu di Kepolisian,  termasuk di dalamnya Tata upacara Militer, Pemakaman Militer, Jajar Kehormatan, Pedang Pora,   dan juga Kumpulan Lagu-lagu Kepolisian Mars dan Hymne dari berbagai  fungsi  dan Satuan Kerja.

II.         PENGGUNA DAN CARA LOGIN

A.     Cara Membuka Alikasi Siap Lagpol

1.     Buka aplikasi “Siap Lagpol melalui web browser (firefox, google chrome, opera atau yang lainnya) Browser Link Run the app directly in your browser dengan alamat  https://siaplagpol.blogspot.com/

 

2.     Kemudian pada browser muncul dashboard awal


III.         MENU DAN CARA PENGGUNAAN BAGI USER

Setelah Log In pada menu Profil berisikan :


1.    Siap Lagpol

2.    Profil Subbagsik

3.    Struktur Organisasi

4.    Sejarah

5.    Prestasi

Jumat, 13 Mei 2022

Sejarah Subbagsik Yanma Polri


Subbagsik Yanma Polri atau dahulu lebih dikenal dengan nama Korps Musik Polri pertama kali dibentuk berdasarkan atas perintah lisan Kepala Kepolisian Negara yang pertama yaitu Bapak Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo kepada Direktur Sekolah Polisi Negara Menengah Tinggi Mertoyudan Magelang (Bapak R. Soebarkah) yang dilaksanakan oleh Bapak R.A.J Soedjasmin pada tanggal 6 Maret 1947 dimulai hanya dengan 7 orang pemain dan pertama kali tampil pada upacara di Mertoyudan pada tanggal 21 Maret 1947.


    Pada tahun 1951 Korps Musik Polisi Negara dipindah ke kota Sukabumi Jawa Barat dengan S.K. Kepala Kepolisian Negara No.Pol : 25/12/Orp tanggal 3 Nopember 1951. Dari sini Korps Musik Polisi Negara berkembang dengan menambah jumlah anggota menjadi 98 orang. Setelah berjalan lebih kurang tujuh tahun anggotanya berkurang sebanyak 30 orang sebagian karena pensiun dan yang lain karena ada alasan tertentu. Pada tahun 1963 Korps Musik Polisi kembali berkembang sedikit demi sedikit jumlah anggotanya hingga mencapai 114 orang. Anggota musik tersebut sebagian direkrut dari mantan anggota musik Kasunanan Surakarta dan anggota musik Kasultanan Yogyakarta.

Pada periode ini terbentuk sebuah orkes symphoni yang tampil pada berbagai macam acara seperti di Kedutaan Inggris, Jerman, India dan acara perpisahan Duta Besar Belanda. Pada saat Kapolri dijabat oleh Jenderal Hoegeng, Korps Musik Polri dipercaya untuk mengisi rangkaian upacara HUT RI seperti saat Pengibaran dan Penurunan Bendera Merah Putih, dan Aubade Pelajar. Juga pernah mengisi acara resepsi kenegaraan di kebun Istana memainkan lagu Indonesia Raya pada pembukaan dan penutupan. Pada saat itu Korps Musik Polri merupakan Korps Musik terlengkap di Indonesia.

Pada tahun 1964 keluar Keppres No. 290 tentang kedudukan tugas dan tanggung jawab Angkatan Kepolisian RI sebagai Angkatan Bersenjata. Kemudian Keppres itu disempurnakan kembali dan dike-luarkan pada tanggal 23 Juli 1965. Akibatnya nama Korps Musik Polisi Negara dengan sendirinya mengalami perubahan menjadi Korps Musik Angkatan Kepolisian Republik Indonesia.

Pada  tahun 1967 Korps Musik Angkatan Kepolisian RI yang berpusat di Sukabumi dipecah dibeberapa tempat guna memenuhi kebutuhan  musik bagi jajaran Angkatan Kepolisian RI dan Angkatan Bersenjata lainnya seperti Komdak VII Jaya, Pusdik Brimob  dan Kodim 98 Yogyakarta.

Pada tahun 1968 Korps Musik Polri menempati markasnya yang baru di jalan Cipinang Baru Raya Jakarta Timur hingga sekarang.

Dari tahun 1967 hingga sekarang Korps Musik Angkatan Kepolisian mendapat tugas protokoler kenegaraan misalnya upacara Pembukaan Sidang Umum MPR/DPR RI, Upacara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Upacara Penyambutan Tamu Negara dan lain-lain.

Pada masa sesudah reformasi, melalui Keputusan Kapolri No. Pol. : Kep/53/X/2002 tanggal 17 Oktober 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Korps Musik Polri berubah nama menjadi Satuan Musik Polri dan berada di dalam satuan induk Denmabes Polri. Pada tahun 2002 pada saat Kapolri dijabat oleh Jenderal Polisi Drs. Da’I Bachtiar Satuan Musik Denmabes Polri  untuk pertama kalinya ditampilkan dengan format yang berbeda dengan sebelumnya yaitu format orchestra. Format ini merupakan gabungan alat musik akustik  yang dipadukan dengan alat musik elektrik dan diujicobakan pada saat memperingati HUT Bhayangkara ke 57 di Pondok Cabe kemudian HUT Bhayangkara ke 58 di Akpol Semarang dan terakhir ditampilkan pada saat dilangsungkannya Konferensi Aseanapol ke 25 di Denpasar Bali.

Pada saat Kapolri dijabat oleh Jenderal Polisi Drs. Sutanto, Satuan Musik Denmabes Polri mengalami kemajuan karena perhatian pimpinan tertinggi Polri, menjadikan personel semakin bersemangat dalam latihan sehingga hasilnya dibuktikan pada saat ditampilkan pada acara pembukaan dan jamuan makan malam konferensi International Criminal Police Organisation di Jakarta tanggal 11 s/d 13 April 2006 yang diikuti oleh 50 negara serta dikirim untuk mewakili Polri pada saat Konferensi Aseanapol ke 26 di Kuala Lumpur Malaysia pada tanggal 22 s/d 26 Mei 2006.

Pada tahun 2007 Satuan Musik Denmabes Polri kembali dikirim mewakili Polri pada Konferensi Aseanapol ke 27 di Singapura, dan juga pada tahun 2008 kembali dikirim mewakili Polri pada Konferensi Aseanapol ke 28 di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam, dan di tahun yang sama kembali bertolak ke Brunei Darussalam dalam rangka memenuhi undangan Seri Paduka Sultan Hasanal Bolkiah dalam perayaan Hari Keputeraan Sultan Brunei Darussalam tersebut.

    Melalui Peraturan Kapolri Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi Pada Tingkat Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, satuan kerja Detasemen Markas Besar Polri (Denmabes Polri) berubah nama menjadi Pelayanan Markas Polri dan Satuan Musik Denmabes Polri berubah nama menjadi Subbagian Musik Yanma Polri (Subbagsik Yanma Polri).